Cara Mempersiapkan Halal Bihalal Virtual

No Comments

Hari Raya Idul Fitri memang sangat dinanti seluruh umat Islam, khususnya, masyarakat Indonesia. Salah satu tradisi masyarakat Indonesia yang selalu dilakukan adalah halal bihalal, sebuah tradisi bertemu dan bersalaman kepada saudara, teman dan kolega bagi perusahaan/lembaga. Tradisi ini merupakan ajang silaturahmi untuk bermaaf-maafan serta berbagi cerita kepada para saudara setelah lama tidak bertemu.

Istilah halal bihalal ternyata hanya ada di Indonesia sejalan dalam tulisan Saiful Hakam (2015), merupakan adaptasi tradisi asli orang Jawa di Indonesia yang juga ditiru oleh negara Muslim di Timur Tengah seperti Mesir, Saudi Arabia. Awalnya, penggunaan istilah ini dipakai KH Abdul Wahab Chasbullah yang merupakan salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama dalam mempersatukan banyak kalangan politik yang sedang berseteru di tahun 1948-1950. Menurut Kiai Masdar, tradisi ini dilanjutkan terus sampai berganti Presiden dan dilakukan di hari Idul Fitri atau setelahnya.

Sayangnya sejak tahun 2020, kegiatan berkunjung dan bersalaman ini tidak lagi dapat dilakukan setelah pandemi Covid-19 menyerang. Terbitnya aturan protokol kesehatan yang mewajibkan setiap warga tidak berpergian dan berkerumun membuat masyarakat harus mencari cara agar dapat melakukan tradisi ini tanpa khawatir tertular Covid-19 dan tetap menaati aturan protokol kesehatan. Maka, diperkenalkanlah Halal Bihalal Virtual sebagai sebuah solusi di tengah pandemi.

Berikut adalah cara untuk mempersiapkan halal bihalal virtual, yakni:

 

  1. Pilih Video Conference yang Tepat

Dalam memilih aplikasi video conference, panitia penyelenggara harus memilih dengan tepat. Dengan memperhatikan kapasitas peserta, akses para peserta dan fitur yang ditawarkan berbayar maupun tidak di dalam aplikasi tersebut. Sebelum memilih, ada baiknya untuk melakukan riset dan kesepakatan terlebih dahulu.

 

  1. Pikirkan Konsepnya (Hybrid atau Full Virtual)

Konsep acara harus dipersiapkan dengan matang, khususnya bagi keluarga besar, perusahaan, atau lembaga, yang ingin menyelenggarakan halal bihalal virtual. Terdapat dua konsep dari halal bihalal virtual, yaitu Hybrid yang berarti dapat dihadiri oleh peserta secara offline dan juga online, atau full virtual yang dilaksanakan online. Hal ini penting, mengingat ketersediaan biaya dari panitia penyelenggara dan atas persetujuan bersama.

 

  1. Susun acara dan pilih host

Susunan acara harus dibuat oleh panitia! Hal ini dilakukan agar acara dapat berjalan lancar dan berurutan. Susunan acara juga dapat menentukan siapa saja yang jadi pembicara dan waktu yang akan digunakan. Selain itu, sususnan acara akan ditampilkan dalam undangan dan landing page yang dapat dilihat oleh peserta yang diundang.

Selain susunan acara, memilih host yang tepat adalah hal penting selanjutnya. Karena halal bihalal virtual ditunjukan untuk banyak peserta, pastikan pilih host yang cekatan dan paham aplikasi video conference.

 

  1. Persiapkan Undangan dan Landing Page

Dalam mempersiapkan acara halal bihalal virtual, undangan menjadi hal yang penting diperhatikan. Segera buat daftar peserta yang akan diundang dalam acara ini, minimal seminggu sebelum acara. Undangan dapat berupa gambar, tulisan, link, dan kode password ruang video conference. Selain undangan, juga harus mempersiapkan landing page agar peserta yang diundang dapat dengan cepat mengetahui undangan tersebut di website dengan fitur pencarian di internet.

 

Jadi, tidak sulit untuk mempersiapkan halal bihalal secara virtual kan?

More from our blog

See all posts
No Comments