7 Keuntungan Memanfaatkan Platform Bisnis Digital Untuk Menghadapi Perkembangan Ekonomi Digital

No Comments

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi besar untuk perkembangan ekonomi digital. Hasil olah data Susenas 2019 menunjukkan bahwa proporsi pengguna internet di Indonesia bertumbuh dengan cepat dalam beberapa tahun terakhir dan mencapai 43,52% pada 2019 dan menurut Laporan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2020, nominal transaksi e-commerce meningkat 19,55% (yoy) pada triwulan III, sehingga secara keseluruhan tahun 2020 tumbuh 29,6% (yoy) pada 2020.

Transaksi ekonomi dan keuangan digital terus tumbuh tinggi sejalan dengan semakin maraknya penggunaan platform e-commerce dan instrumen digital di masa pandemi serta kuatnya preferensi dan akseptasi masyarakat akan digital, dengan pertumbuhan pengguna internet yang pesat itu, Google, Temasek, dan Brain & Company (2019) memperkirakan bahwa Indonesia akan tumbuh menjadi raksasa ekonomi digital di Asia Tenggara pada 2025.

Dalam siaran pers Kementerian Perdagangan RI Muhammad Lutfi menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan tengah memanfaatkan gelombang kedua ekonomi digital dengan menciptakan ekosistem digital yang memfasilitasi produksi, logistik hingga transaksi. Sektor niaga elektronik (e-commerce) didorong menjadi salah satu penopang ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid19. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2020 tercatat sebesar Rp15.400 triliun. Sementara, ekonomi digital Indonesia (EDI) tercatat sebesar Rp632 triliun. Meskipun kontribusi EDI masih relatif kecil terhadap ekonomi nasional, tetapi tumbuh cukup pesat.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno juga mengajak pelaku usaha ekonomi kreatif terus berinovasi memanfaatkan platform digital, karena berdasarkan data pada tahun 2020 ekonomi kreatif mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19. Adapun manfaat yang akan didapatkan apabila pelaku usaha menggunakan platform bisnis digital yaitu:

  1. Target atau kampanye bisa diatur sesuai demografi, domisili, gaya hidup, dan bahkan kebiasaan;
  2. Hasil cepat terlihat sehingga pemasar dapat melakukan tindakan koreksi atau perubahan apabila dirasa ada yang tidak sesuai;
  3. Biaya jauh lebih murah daripada pemasaran konvensional;
  4. Jangkauan lebih luas karena tidak terbatas geografis;
  5. Dapat diakses kapanpun tidak terbatas waktu;
  6. Hasil dapat diukur, misalnya jumlah pengunjung situs, jumlah konsumen yang melakukan pembelian online;
  7. Bisa melakukan engagement atau meraih konsumen karena komunikasi terjadi secara langsung dan dua arah sehingga pelaku usaha membina relasi dan menumbuhkan kepercayaan konsumen.

More from our blog

See all posts
No Comments