Pesantren Kilat Virtual: Solusi Menambah Amal Sepanjang Ramadan

No Comments

Penyebaran virus Covid 19 sejak awal 2020 terutama di Indonesia telah memaksa pemerintah di berbagai Negara, termasuk Indonesia, untuk menerapkan berbagai pembatasan terutama pembatasan sosial. Berbagai pembatasan yang diterapkan oleh pemerintah dalam rangka pencegahan penyebarluasan virus Covid 19..

Karena itu berbagai kegiatan yang awalnya bisa dilakukan secara tatap muka, termasuk berbagai kegiatan yang telah menjadi bagian dari tradisi dan ritual menjadi sulit untuk dilakukan. Alternatif yang digunakan adalah pemakaian aplikasi video conference untuk menggantikan berbagai kegiatan yang tadinya dapat dilakukan secara tatap muka. Maraknya penggunaan berbagai perangkat dan teknologi digital, termasuk aplikasi video conference, ini untuk mencegah kerumunan yang dapat menjadi medium penyebarluasan virus Covid 19.

Biasanya pada setiap Ramadhan, banyak kegiatan yang dilakukan terutama oleh para pelajar dan mahasiswa untuk meningkatkan iman dan taqwa. Salah satu kegiatan yang rutin dan menjadi tradisi yang selalu ada pada setiap Ramadhan adalah kegiatan Pesantren Kilat. Namun, dalam situasi pandemi Covid 19 dan masih ketatnya berbagai pembatasan sosial yang diterapkan oleh pemerintah, menyebabkan kegiatan Pesantren Kilat sulit dilakukan secara tatap muka.

Dhofier (1984) menjelaskan, pesantren berasal dari kata santri, yaitu seseorang yang belajar agama Islam. Dengan demikian pesantren memiliki makna sebagai tempat orang berkumpul untuk mempelajari agama Islam, sementara kata kilat memiliki makna cepat sekali. Karena itu makna dari Pesantren Kilat adalah kesempatan mempelajari Islam yang tidak memerlukan waktu yang lama. Dalam konteks Ramadhan, Pesantren Kilat umumnya dilaksanakan selama kurang lebih satu minggu sampai dengan satu bulan.

Dahulu kegiatan Pesantren kilat biasa dilakukan di Masjid, sekolah, atau kampus. Namun kegiatan ini pada saat sekarang sulit untuk dapat dilaksanakan. Selain karena pembatasan sosial yang diterapkan oleh pemerintah, kegiatan yang sifatnya menyebabkan orang berkumpul tidak bisa diterapkan lagi dalam rangka pencegahan Covid 19.

Meski demikian, kegiatan pesantren kilat masih dapat diselenggarakan. Solusinya adalah menggunakan aplikasi berbasis teknologi yang bisa kita sebut sebagai Pesantren Kilat Virtual. Pesantren kilat ini pada dasarnya sama dengan bentuk Pesantren Kilat yang biasa diselenggarakan namun kali ini dilakukan dengan bantuan aplikasi video conference. Belajar dan berkumpulnya tetap dilakukan namun dilakukan melalui ruang virtual

Melalui aplikasi Video conference, kegiatan Pesantren Kilat tetap dapat diselenggarakan. Kegiatan ini penting untuk tetap diselengarakan karena Pesantren Kilat bertujuan untuk membentuk karakter serta wahana untuk mempelajari Islam, khususnya bagi mereka yang tidak bersekolah di Madrasah maupun Pesantren.

Meski kita semua masih di tengah pandemi Covid 19, namun kegiatan Pesantren kilat mestinyua tidak ikut berhenti. Alih – alih berhenti, para pengelola Pesantren Kilat dapat mengalihkan kegiatannya secara virtual.

Sayang jika hanya karena Pandemi, kita tidak bisa belajar mengenai Islam dan tidak memupuk amal Ibadah sepanjang Ramadhan.

 

 

 

 

 

 

 

 

More from our blog

See all posts
No Comments