Pengajian Virtual di Tengah Pandemi

No Comments

Sejak 2020, mobilitas masyarakat Indonesia terpengaruh akibat Covid-19 yang terus menyebar. Otomatis, pemerintah makin memperketat masyarakat dalam melakukan mobilitas. Contohnya seperti aturan 3M (Mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak). Hal ini tentu berdampak bagi seluruh kalangan, tak terkecuali kegiatan keagamaan seperti pengajian yang biasanya dilakukan bersama. Pengajian yang dilakukan pasti bermacam-macam, ada pengajian Al-Quran, pengajian Ilmu Fiqih-Kewanitaan, pengajian Hadist dan mendengarkan nasihat dari para guru/mursyid. Namun, bukan berarti kegiatan pengajian ini harus berhenti secara total akibat situasi pandemi yang kian kuat. Salah satu tren yang sedang digencarkan adalah penggunaan media teknologi dalam melakukan pembelajaran/pertemuan sampai pernikahan yang dilakukan secara virtual.

Bila ditelisik, apakah pengadaan pengajian secara virtual dapat mengurangi pahala? Jawabanya tidak! Ustad Anshori, Lc., menyatakan bahwa pengajian yang dilakukan secara virtual tidak akan mengurangi pahala dan justru mendapatkan pahala yang sama seperti hadir dalam pengajian offline. Apalagi, diperkuat dengan alasan pandemi yang wajib umat Islam hindari agar tidak tertular. Maka, pilihan untuk mengaji secara virtual adalah hal yang baik dan benar.

Pengajian virtual ini umumnya menggunakan media mainstream seperti aplikasi video chat bahkan sampai ditayangkan secara langsung di kanal media maupun Youtube. Namun, seringkali pengajian virtual ini menemukan kendala. Diantaranya:

  1. Peserta Tak Diundang

Kebanyakan peserta dapat membuat masalah, selain itu juga ada masalah yang diakibatkan oleh peserta yang tak diundang. Mengapa? karena hanya berniat memenuhkan ruangan dan merusuh. Maka, platform virtual akan melambat dan tak terkontrolnya peran peserta maupun ustad/ustadzah yang mengajar. Hal ini sangat berbahaya loh!

  1. Human error

Karena host atau operator tidak mengerti perangkat dan penggunaan platform, hal ini bisa berakibat buruk. Seringkali operator tidak paham fitur-fitur dalam platform. Sehingga, tidak efektifnya pengajian virtual yang mengakibatkan terhambatnya ilmu yang disalurkan.

  1. Tak Terjangkau Peserta

Tayangan live atau langsung di Youtube, Facebook maupun Instagram memang menjadi opsi lain ketika peserta tak terhitung jumlahnya, hal ini justru membuat interaksi peserta dengan ustad/ustadzah dalam pengajian tidak tercapai. Karena hanya bernilai sebagai penonton saja bukan peserta pengajian. Sangat disayangkan bukan? apalagi, berhadapan dengan banyak peserta yang aktif.

Sesuai dengan kendala di atas, maka jangan sampai pelaksanaan pengjian terganggu dan memiliki hambatan. Apalagi, sesuai peraturan pemerintah yang berlaku, pengadaan pengajian virtual pun didukung dan terlihat dari tidak adanya larangan akan hal tersebut. Untuk menghindari hal di atas, KSI Cipta Media menyediakan layanan Virtual Event Organizer dengan pelayanan terbaik dan harga terjangkau untuk kapasitas peserta lebih dari 1000 peserta. Harganya pun cukup terjangkau loh! Jadi, segala aktivitas dalam pengajian dapat tersalurkan secara daring dengan koneksi yang ringan dan stabil, disediakan pula operator yang siap siaga agar tercipta pengajian virtual no-ribet! Tentu, tanpa perlu khawatir akibat situasi pandemi.

Segera cek lebih lanjut dan hubungi KSI Cipta Media di laman http://ciptamedia.id/

 

More from our blog

See all posts
No Comments