Pandemi dan Ramadan, Apa yang Harus Dilakukan?

No Comments

Puasa adalah salah satu ritual keagamaan umat Islam di seluruh dunia yang menahan diri dari makan makanan dan minuman setiap tahun selama Ramadan. Dalam kalender Islam, Ramadan adalah bulan kesembilan dan termasuk bulan paling suci bagi umat Islam. Kata “Ramadan” sendiri diambil dari kata Arab, “ramad,” sebuah kata sifat yang menggambarkan sesuatu yang sangat kering atau sangat panas oleh matahari.

Sejak awal 2020 hingga saat ini, Ramadan menjadi sangat berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya akibat berjangkitnya penyakit yang disebabkan virus COVID-19. Pandemi COVID-19 telah menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia dan menewaskan ribuan orang. Dalam menangani COVID-19, menjaga kebersihan dan mendukung sistem kekebalan adalah pendekatan pencegahan yang efektif. Kegiatan ibadah menjadi terbatas, terutama ibadah di bulan Ramadhan. Lantas, apa saja hal-hal yang dapat dilakukan umat Islam selama Ramadan di tengah pandemi?

 

  1. Tadarus Virtual

Pandemi Covid-19 ini membuat kegiatan tadarusan tidak dapat dilakukan secara leluasa. Tadarusan yang khas dengan “kebersamaan”, tidak dapat dilaksanakan akibat aturan pembatasan berkerumun. Padahal tradisi tadarusan selain bermanfaat juga ini begitu melekat bagi umat Islam. Namun karena situasi pandemi saat ini, imbauan menaati protokol kesehatan harus diutamakan. Tentunya hal itu perlu diwujudkan dalam kegiatan tadarusan virtual. Selain  aman dari penularan virus, juga dapat dilakukan secara bersama-sama tanpa perlu khawatir.

 

  1. Pengajian Virtual

Rindu akan ustadz/ustadzah yang bertausiyah dan membagi ilmu agama bersama teman-teman pengajian? Pengajian virtual bisa menjadi solusinya. Perlu diketahui, pengadaan pengajian secara virtual tidak akan mengurangi pahala. Ustadz Anshori, Lc., menyatakan bahwa pengajian yang dilakukan secara virtual tidak akan mengurangi pahala dan justru mendapatkan pahala yang sama seperti hadir dalam pengajian offline. Apalagi, diperkuat dengan alasan pandemi yang wajib umat Islam hindari agar tidak tertular. Maka, pilihan untuk mengaji secara virtual adalah hal yang baik dan benar.

 

  1. Pesantren Kilat Virtual

Biasanya pada setiap Ramadhan, banyak kegiatan yang dilakukan terutama oleh para pelajar dan mahasiswa untuk meningkatkan iman dan taqwa. Salah satu kegiatan yang rutin dan menjadi tradisi yang selalu ada pada setiap Ramadhan adalah kegiatan Pesantren Kilat. Namun, dalam situasi pandemi Covid 19 dan masih ketatnya berbagai pembatasan sosial yang diterapkan oleh pemerintah, menyebabkan kegiatan Pesantren Kilat sulit dilakukan secara tatap muka. Dalam menjawab tantangan tersebut, pesantren kilat virtual bisa menjadi pilihan.

 

  1. Solat Jumat Virtual

Dilansir Publicvirtue.id, Sholat Jumat memiliki nilai pahala yang besar dan terdapat syarat jamaah untuk mendengarkan dan menyimak khotbah untuk itu, Sholat Jumat virtual diadakan sebagai pilihan di tengah pandemi dalam beribadah. Karena, hal ini menghilangkan risiko penularan Covid dan memang sesuai aturan dan protokol kesehatan.

 

  1. Zakat Virtual

Dilansir Forumzakat.org, Pandemi COVID-19 memberikan banyak dampak, mulai dari kematian, penyakit, serta hilangnya pendapatan dan pekerjaan bagi jutaan orang yang rentan. Kondisi ini ini menyebabkan penggalangan dana kemanusiaan besar-besaran dalam mendukung negara, termasuk yang dikelola oleh organisasi amal Islam. Selain itu, pembayaran zakat secara langsung juga memiliki risiko penularan Covid. Sudah banyak organisasi zakat besar menawarkan berbagai cara untuk pembayaran akat mulai dari transfer bank ke kartu kredit, PayPal, kode QR, hingga crowdfunding, e-wallet, dan Aplikasi Zakat. Hal ini tentu menghilangkan kekhawatiran tertular dan bersifat memudahkan umat Islam untuk berzakat di bulan Ramadhan.

 

Lantas, bagaimana tanggapan ulama mengenai ibadah yang dilakukan secara virtual? KH. Baha’uddin Nursalim ata Gus Baha menjawab bahwa ibadah yang dilakukan secara virtual tetap mendapat pahala. Jadi, sudah tahu apa saja yang dapat dilakukan selama Ramadhan di tengah pandemi?

More from our blog

See all posts
No Comments