Mempersiapkan Virtual Wedding Sebelum Pandemi Mereda

No Comments

Pandemi Covid 19 tampak belum akan mereda sampai akhir tahun. Meskipun pemerintah telah mempersiapkan vaksin Covid 19, namun diperkirakan pandemi Covid 19 belum akan segera mereda. Tak heran jika pemerintah masih menerapkan pembatasan sosial berskala besar termasuk pembatasan berkumpul.

Buat kamu yang sudah merencanakan perkawinan, tentu harus berpikir ulang untuk tetap menaati protokol kesehatan sambil mempertahankan kemegahan upacara perkawinan. Dan untunglah, kita hidup dengan banyak teknologi yang memungkinkan dijalankannya perkawinan secara virtual.

Konsep perkawinan virtual sebenarnya bukan baru koq. Beberapa tahun terakhir, kan sudah banyak selebriti yang suka mempublikasikan ijab kabul ataupun pemberkatannya secara live di televise nasional. Ya tapi kalau kita bukan selebriti dan jumlah rupiahnya masih berseri, cara lain mungkin bisa digunakan.  heheheh

Buat kamu yang ingin merencakan perkawinan secara virtual, ingat ya kalau kamu tetap wajib bikin persiapan yang beneran, jangan sampai malah bikin persiapan sambil nonton sinetron!

Karena itu beberapa hal dibawah ini penting untuk kamu pertimbangkan sebelum menggelar perkawinan secara virtual

Perhatikan Durasi

Namanya juga virtual, maka durasi perkawinan jangan sampai terlampau lama. Maksimal 2 jam sebenarnya sudah cukup. Karena itu, upacara perkawinan virtual juga wajib memperhatikan soal durasi waktu ini.

Pilih Platform yang pas

Untuk melakukan upacara perkawinan, ada banyak pilihan platform yang bisa kamu gunakan. Kamu bisa menggunakan platform media sosial yang ada seperti IG Live, Facebook Live, ataupun Youtube Live.

Atau kamu juga bisa menggunakan platform meeting atau webinar agar suasananya bisa lebih khidmat. Saat ini ada banyak platform seperti jitsi, zoom, webex, google hangout yang bisa disesuaikan dengan anggaran dan jumlah tamu yang diundang.

Siapkan perangkat elektronik

Namanya juga perkawinan virtual karena itu teknologi adalah kunci untuk merencanakan perkawinan secara virtual. Minimalnya, kamu butuh laptop, ponsel dengan kualitas kamera yang baik, dan tripod. Tripod dibutuhkan agar video yang diambil stabil dan tidak bergoyang.

Jangan lupa adakan uji coba sebelum hari H perkawinan, untuk mencoba peralatan dan platform yang digunakan agar dapat dilakukan penyempurnaan pada hari H.

Vendor? Ini wajib sih

Meskipun perkawinan dilakukan secara virtual, tapi kamu masih butuh beberapa vendor. Misalnya nih vendor yang pasti kamu butuhkan untuk melaksanakan pernikahan virtual adalah gedung, dekorasi, katering, fotografer/videographer dan bahkan vendor live streaming jika diperlukan.

Meski virtual, tapi kamu butuh tetap berada di ruangan yang cantik dengan dekorasi yang pas dengan seleramu dan pasangan. Selain itu, nggak semua pengunjung perkawinan hadir secara virtualkan? Keluarga dekat, sahabat inti, pegawai catatan sipil ataupun KUA pasti hadir. Nah kamu juga wajib menyediakan catering.

Fotografer/video grapher dan vendor live streaming dibutuhkan agar kamu nggak pusing untuk urusan menata angle yang pas untuk streaming

Sebar Undangan Digital

Yang paling menyenangkan dari perkawinan virtual adalah undangannya juga dibat digital. Kamu bisa koq bikin sendiri, sudah banyak aplikasi yang menyediakan atau dapat membantu kamu untuk membuat undangan perkawinan digital.

Yang jelas, kamu harus pastikan dalam undangan tersebut terdapat tanggal, waktu, dan link dari live streaming-mu. Berikan juga instruksi cara-cara untuk melakukan video call, mulai dari wajib menyalakan kamera hingga mematikan microphone (mute) saat upacara berlangsung.

Apabila kamu menggunakan aplikasi meeting, mintalah agar tamu yang hadir secara virtual untuk berdandan seperti layanya hadir di perkawinan model tatap muka. Setelah upacara, kamu bisa menyapa tamu-tamu.

Buatlah senormal mungkin

Karena sedang merayakan hari bahagiamu, tetaplah berpenampilan seperti raja dan ratu sehari, meskipun tetap menggunakan masker dan tidak melakukan kontak fisik. Nikmati hari bahagiamu

Intinya, buatlah momen perkawinan virtual kamu senormal mungkin!

More from our blog

See all posts
No Comments