DPN PERADI Gelar Webinar tentang Prosedur Beracara di SIAC pada Pandemi Covid-19

No Comments

Di masa pandemi ini, penyelesaian kasus hukum makin disorot. Di tengah berbagai pembatasan, perkara – perkara hukum pada sengketa yang terjadi di dunia bisnis perlu mendapatkan perhatian. Salah satu model penyelesaian sengketa yang digunakan di dunia bisnis adalah melalui arbitrase.

SIAC salah satu lembaga penyelesaian sengketa melalui arbitrase juga menyesuaikan dengan kondisi pandemi Covid 19. Dalam acara Webinar Nasional  dengan tema Pemeriksaan Perkara di SIAC (Singapore International Arbitration Centre) di Masa Pandemi Covid-19 digelar oleh DPN PERADI pada 16 Februari 2021 yang didukung oleh KSI Cipta Media ini bertujuan untuk memberikan edukasi pada komunitas hukum tentang prosedur beracara di SIAC pada masa pandemi covid 19.

Mochamad Kasmali, Ketua Bidang Advokat Asing dan Hubungan Luar Negeri DPN PERADI mewakili Ketua Umum DPN PERADI, mengatakan pentingnya mengetahui pelaksanaan arbitrase di SIAC di saat pandemi Covid-19. “Banyak sekali perkara-perkara yang diperiksa, diselesaikan di SIAC selama pandemi. Tentunya, dari narasumber, agar klien-klien kita mendapatkan saran yang terbaik untuk memilih SIAC sebagai sarana penyelesaian sengketa.”

Webinar Naisonal ini menghadirkan A.R Kendista Wantah sebagai Counsel di SIAC. Ia memaparkan profil, dasar hukum, dan praktek penyelesaian arbitrase di SIAC secara menyeluruh. Pembahasan diawali dengan statistik perkara arbitrase yang berasal dari Indonesia, peningkatan perkara telah didata dan telah membawa Indonesia masuk dalam jajaran top 10 di SIAC. Meski dibatasi oleh pembatasan yang diterapkan oleh pemerintah Singapura, SIAC terus menerima perkara tanpa henti. Penggunaan platform online membuat kinerja SIAC menjadi tak terganggu.

“SIAC menaati peraturan yang dikeluarkan pemerintah Singapura terkait pandemi, kami terus menerima perkara dan untuk menghindari kerugian baik materi dan waktu, kami menggunakan platform seperti: Cisco, Google, dan lain-lain. Jangan khawatir mengenai waktu, karena dari pihak SIAC pun akan terus berkomunikasi agar tak mendapat selisih waktu. Semisalnya perbedaan waktu malam-siang karena berbeda negara,” ungkap Kendista sembari menjawab pertanyaan peserta webinar.

Kendista menambahkan, selain penyelesaian arbitrase dan urusan ajudikasi lain di tengah pandemi yang membatasi ruang gerak. SIAC akan berinteraksi kepada dua pihak termasuk urusan biaya perkara salah satunya urusan Split-Deposit.

SIAC sebagai lembaga independen yang berdiri sejak 1991 memiliki track record dalam memberikan pelayanan yang berkualitas, efisien, dan jasa arbitrase netral untuk komunitas bisnis di dunia internasional, termasuk di dalamnya memberikan pelayanan pendidikan bagi advokat dan arbiter.

Kendista sendiri berharap agar para klien, advokat, arbiter serta masyarakat luas untuk melihat website SIAC agar mengetahui informasi yang disediakan terkait biaya, info pendidikan dan diskusi online.

More from our blog

See all posts
No Comments